Seringkali sebagian trader terjebak dalam posisi yang melawan
arah/tren pergerakan harga saat itu sehingga posisi yang telah dibukanya
mengalami kerugian. Saat terjebak dalam suatu kerugian, sebagian trader
ada yang memilih membiarkan saja atau meng-cut loss atau mengunci
(locking) posisi. Pilihan yang dibuat tentunya berdasarkan strategi atau
kenyamanan atau tingkat resiko yang bisa ditoleransi masing-masing
trader.
Ada sebagian trader yang memilih untuk mengunci (locking) atau sering
juga disebut hedging posisi justru mengalami dilema saat akan membuka
kuncian tersebut. Banyak yang takut equity atau balance-nya akan
terkuras saat membuka kuncian. Banyak juga yang takut ketinggalan harga
dalam membuka kuncian dan berusaha untuk memprediksi (mencari prediksi)
dimana harga yang paling ujung (ekstrim).
Dilema dan ketakutan ini membuat pikiran tidak lagi jernih dan bisa
memberikan pengaruh yang buruk dalam mengambil keputusan trading. Memang
memikirkan kuncian, apalagi bila jarak posisi yang terkunci (antara
posisi buy dan sell) terlalu jauh, akan sangat mengganggu dan akhirnya
membuat kita lama untuk bergerak mengatasi masalah locking-an tersebut.
Bila kita mempunyai posisi terbuka dalam waktu yang lama, tentunya ada
biaya dari broker yang dibebankan ke kita setiap harinya. Cara terbaik
menurut saya bila posisi yang kita buka sudah salah, memang dengan cut
loss.
Tapi bila sudah terlanjur melakukan locking yang cukup besar, mau
tidak mau kita harus menghadapinya. Salah satu cara untuk membuka
locking-an adalah dengan memperlakukan locking-an tersebut seperti
membuka posisi baru. Kita tidak perlu memperdulikan dimana posisi
locking-an kita. Kita tidak perlu mencari tahu dimana harga akan mentok
dan berbalik. Kita tidak perlu menunggu harga sudah berada di bawah/atas
posisi locking-an. Yang perlu kita cari tahu adalah kemana arah/tren pergerakan harga saat ini.
Sama seperti membuka posisi yang baru. Yang harus kita ketahui adalah
kemana arah/tren harga saat ini. Misalnya kita mengetahui (dari analisa
teknikal dan/atau fundamental) bahwa tren harga untuk 4 jam ke depan
adalah ke atas. Kita tentunya akan membuka posisi baru buy (open buy)
dan menunggu profit baru kita likuidasi (tutup) posisi dengan sell
(close buy) dan sebaliknya bila tren harga ke bawah.
Bagaimana mengimplementasikannya ke posisi locking-an kita? Misalnya
kita mempunyai 1 pasang posisi locking-an: open buy EURUSD di 1.3500 dan
open sell EURUSD di 1.2800 dimana posisi saat ini berada di
tengah-tengah harga locking-an tersebut di 1.3000.
Apa kita harus menunggu harga berada di atas 1.3500 atau di bawah
1.2800 baru kita bisa membuka posisi locking-an tersebut? Dengan cara
yang disebutkan di atas, tentunya tidak perlu. Kita harus mengubah
persepsi/mindset kita bahwa kita tidak mempunyai locking-an agar kita
tidak terfokus pada posisi locking-an tersebut, seperti membuka lembaran
baru (clean sheet). Dengan strategi trading yang kita punya dan analisa
tren pergerakan harga, kita mempunyai rencana trading baru, dimana
posisi buka, posisi taking profit dan posisi stoploss. Dengan locking-an
yang ada, kita tidak membuka posisi baru, melainkan menutup salah satu
posisi terbuka kita.
Dari contoh di posisi di atas. Kita sudah menentukan bahwa harga
kemungkinan akan naik ke atas. Berarti kita harus menutup posisi sell
kita di 1.2800. Mungkin ada pemikiran bahwa kita akan rugi besar bila
kita menutup posisi sell itu karena harga saat ini ada di 1.3000. Memang
kita akan rugi tapi yang terpotong adalah balance kita dan bukan (belum tentu) equity kita. Dalam trading, yang lebih penting untuk diperhatikan adalah nilai equity dan bukan balance.
Jadi kita menutup posisi sell kita di 1.3000. Bila kita asosiasikan
dengan membuka posisi baru, maka posisi tutup sell di 1.3000 ini adalah
posisi open buy kita di 1.3000. Ini yang harus kita ingat.
Nah bila arah harga sesuai perkiraan yakni harga naik, misalnya ke area 1.3050, berarti nilai equity
kita bertambah, meskipun nilai balance kita berkurang. Nilai equity
akan mengalami penambahan sebesar 50 pips (1.3050 dikurang 1.3000) yang
artinya 500 dollar untuk kontrak regular. Dalam kaitan dengan
locking-an, kita harus membuka posisi sell kembali di 1.3050. Sehingga
saat ini kita masih mempunyai lockingan di open buy 1.3500 dan open sell
di 1.3050 dengan equity yang bertambah 50 pips.
Dari contoh kasus di atas, kita tidak perlu menunggu harga berada di
bawah atau di atas posisi terbuka yang kita punya baru melakukan sesuatu
terhadap locking-an tersebut. Dengan memperlakukan locking-an seperti
membuka posisi baru, kita bisa membuka locking-an di harga berapa pun
tanpa harus menunggu terlalu lama dan tanpa harus mencari atau
memprediksi harga sudah diujung/ekstrim.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment