Social Icons

Friday, 28 March 2014

Regulator-Regulator Perdagangan Forex yang Credibel yang Ada di Dunia

Bagi sebagian masyarakat di Tanah Air, perdagangan berjangka merupakan sesuatu yang baru. Berbeda dengan perdagangan biasa, perdagangan berjangka menggunakan kontrak berjangkan dimana jenis, kuantitas, kualitas, waktu, dan tempat penyerahan sudah terlebih dahulu ditetapkan. Forex juga termasuk ke dalam perdagangan berjangka yang transaksinya berjalan di bursa forex dan transaksinya dilakukan oleh anggota bursa, yaitu pialang berjangka dan pedagang berjangka.

Pialang biasanya berperan sebagai perantara antara bursa dan pedagang. Bila tidak ada pialang, maka Anda akan sulit untuk bertransaksi. Banyak pialang-pialang yang terbentuk ke dalam perusahaan yang tentu semakin mudah untuk dicari oleh pedagang. Sayangnya, hal ini justru membuka lebar peluang penyalahgunaan hak investor oleh para perusahaan pialang nakal. Untuk inilah, dibentuklah berbagai lembaga regulator atau badan pengawas demi mencegah terjadinya hal yang dapat merugikan investor.
Setiap negara memiliki badan pengawasnya tersendiri yang tentu saja diawasi oleh pemerintah dan independen. Mau tau apa sajakah regulator-regolator perdagangan forex yang credibel yang ada di dunia? Berikut ini adalah beberapa diantaranya: ASIC (Australian Securities and Investment Commission) untuk negara Australia, BCSC (British Columbia Securities Commission) untuk negara England, FSC of BVI (BVI Financial Services Commission) untuk Negara British Virgin Island, IFSC (International Financial Services Commission) untuk negara Belize, Danish FSA (Danish Financial Supervisory Autorithy) untuk negara Denmark, FSC Bulgaria (Financial Supervision Commission of Bulgaria) untuk negara Bulgaria, BaFin (Federal Financial Supervisory Authority) untuk negara Jerman, SFC (Securities and Futures Commission) untuk negara Hongkong, CONSOB (Commissione Nazionale per le Societe la Borsa) untuk negara Italia, dan masih banyak lagi. Bahkan di beberapa negara seperti, Jepang, Perancis, Kuwait dan Canada memiliki lebih dari satu badan regulator. Daftar diatas hanyalah sebagian dari banyaknya regulator-regulator perdagangan forex yang credibel yang ada di dunia.

Setiap badan regulator tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengatur kegiatan transaksi forex yang sehat dan etis serta terkait ke dalam yurisdiksi mereka. Persetujuan dari lembaga regulasi tiap negara memegang peranan penting dalam legalitas pialang.
Bagaimana dengan Indonesia, adalah badan regulator yang mengatur kegiatan perdagangan forex di Tanah Air? Tentu saja. Nama regulator ini adalah BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) yang sepenuhnya membina, mengatur, dan mengawasi perdagangan berjangka, termasuk perdagangan forex di Indonesia.
Sampai sekarang ini, Bappebti sudah mengesahkan dan memberi izin praktik pada kurang lebih 66 pialang saham. Sebaiknya cek dahulu situs resmi Bappebti untuk mendapatkan pialang yang legal dan juga terpercaya. Para investor harusnya berterimakasih kepada regulator-regulator yang bergerak di negaranya masing-masing, karena telah menciptakan perdagangan berjangka yang sehat, teratur, dan efisien. Semoga bermanfaat.

Mencari Tahu Beberapa Kesalahan Utama Trader Forex

Margin Call memang istilah yang sangat dihindari oleh para trader. Hanya karna Margin Call, banyak para trader yang mengalami loss besar, entah itu trader pemula yang sedang mencoba trading demo atau trader yang sudah lebih dulu terjun ke trading secara live.
Memang tidak bisa disangkal jika trading forex bukanlah suatu hal yang bisa dengan mudah dilakukan. Bisa saja Anda mendapat profit ratusan dollar per hari ketika menggunakan akun demo. Namun, bagaimana ketika Anda terjun secara langsung? Masihkah Anda mendapat profit yang sama? Kemungkinanannya bisa 50:50.
Jika Anda masih sering saja mengalami loss, mungkin saja memang cara trading Anda yang salah. Sama saja seperti dengan bisnis yang lainnya, trading forex juga merupakan bisnis yang membutuhkan keuletan dan ketekunan. Dibutuhkan wawasan dan pengalaman untuk bisa mendapatkan strategi yang paling tepat. Tidak ada tuh jutawan forex yang bisa sukses hanya dalam waktu 2-3 hari.
Trader pemula mungkin sering melakukan kesalahan, namun ini adalah hal wajar. Trader professional sekali pun juga tidak pernah luput dari yang namanya loss. Bedanya adalah mereka mencari kesalahan yang telah mereka perbuat dan memperbaikinya. Untuk itu, Anda harus bisa mengerti beberapa kesalahan utama trader forex yang sering dilakukan.
  • Kurang Sabar
Kebanyakan pemula terlalu terburu-buru ketika pertama kali belajar forex. Mereka mengesampingkan trading demo untuk segera trading secara live. Padahal, mereka bisa belajar lebih banyak mengenai pola pergerakan mata uang, karakteristik pasangan mata uang, dan juga menguji sisitem trading dengan menggunakan demo trading. Sebaiknya habiskan waktu Anda selama kurang lebih 1-2 bulan dalam demo akun ini.
  • Mengandalkan Emosi
Sebelum semuanya terlambat, coba Anda pikirkan ini baik-baik. Mental yang matang merupakan hal paling penting dalam trading forex. Kemungkinan trader emosi dan lepas control sangatlah besar, terutama ketika mendapatkan banyak loss. Yakin deh, trading Anda akan berantakan jika Anda bertrading memakai emosi. Pahami jika pergerakan harga selalu penuh dengan jebakan dan perangkap. Tanamkan kedisiplinan dan kesabaran dalam diri Anda.
  • Overtrading
Demi mendapatkan profit yang besar, banyak trader yang melakukan banyak trade. Namun, bukan seperti itu kenyataannya. Justru resiko loss akan semakin besar. Analisa yang Anda lakukan menjadi kurang selektif dan cermat ketika melakukan banyak trade. Pikirkan resiko yang Anda akan ambil. Rasio risk dan reward juga perlu dipertimbangkan. Pergunakan pula uang yang tidak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari untuk bertrading.
Itulah dia beberapa kesalahan utama trading forex yang paling sering dilakukan. Semoga dengan membaca artikel ini, Anda dapat paham dan tidak lagi terjebak ke kesalahan yang sama. Selamat bertrading.

Wednesday, 19 March 2014

Pengertian Analisa Teknikal







null
Analisa Teknikal adalah sebuah metode peramalan/estimasi pergerakan harga dengan melihat data historis harga yang terjadi pada pasar. Data harga adalah jenis data yang paling banyak digunakan dalam proses analisa, walaupun ada beberapa jenis data lain yang juga digunakan dalam proses analisa seperti volume dan open interest dalam kontrak futures.

Pada intinya ketika menggunakan metode analisa teknikal apapun adalah kembali ke dasar teorinya, yang secara metodelogi telah terbukti kinerja untuk periode waktu yang signifikan. Setelah menemukan sebuah sistem trading yang sesuai, barulah bisa dicari teknik-teknik lain yang dapat digabungkan dengan metode trading yang sudah ada.

Hampir semua trader menggunakan analisa teknikal walaupun jumlahnya minimum. Bahkan pihak-pihak yang sangat mengacu pada analisa fundamental akan menggunakan atau melihat terlebih dahulu grafik harga sebelum melakukan transaksi.

Pada level teori yang sangat dasar, grafik membantu trader untuk menentukan level yang ideal untuk masuk pasar sebelum melakukan transaksi. Grafik menyediakan efek visual dari data historis pergerakan harga. Karenanya, trader dapat melihat grafik dan mengetahui apakah mereka membeli di harga yang wajar (berdasarkan data historis harga disebuah pasar tertentu), menjual di harga tertinggi periodik atau mungkin melakukan transaksi ketika pasar bergerak menyamping (sideways). Ini hanya beberapa kondisi pasar yang dapat di identifikasi oleh grafik. Grafik juga memungkinkan adanya analisa yang lebih canggih dan maju dari pergerakan harga.

Dalam prakteknya, mungkin seorang analisa teknikal mengesampingkan fundamental pasar dengan kesibukan dalam melihat grafik dan tabel data. Bagaimanapun, ini tergantung dari tipikal dari analis tersebut.
Asumsi Analisa Teknikal :
* Fundamental pasar telah berpengaruh terhadap harga pasar saat ini. Jadi fundamental pasar dan faktor lainnya, seperti perbedaan pendapat, harapan, rasa takut, dan sentimen pelaku pasar, tidak perlu dipelajari lebih lanjut.
* Sejarah berulang dengan sendirinya dan karena itu pasar bergerak di kisaran yang dapat diprediksi, atau setidaknya memiliki pola tertentu. Pola-pola ini dihasilkan dari pergerakan harga, dinamakan sinyal. Tujuan analisa teknikal adalah untuk mendapatkan sinyal yang diberikan oleh kondisi pasar saat ini dengan mempelajari sinyal masa lalu.
* Harga bergerak dalam bentuk tren. Analis teknikal biasanya tidak percaya bahwa fluktuasi harga bergerak dalam kondisi tidak terprediksi dan acak. Harga dapat bergerak dalam salah satu dari tiga bentuk arah, naik, turun, atau menyamping (sideways). Ketika sebuah tren terbentuk dari arah-arah pasar yang ada, biasanya akan berlanjut sampai beberapa periode.

Sistem dari analisa teknikal biasanya termasuk grafik harga, grafik volume, dan beberapa metode matematik lainnya dari pola dan perilaku pasar. Metode manipulasi matematik dari bermacam-macam jenis data pasar ini digunakan untuk menentukan kekuatan dan ketahanan dari tren tertentu. Jadi analis teknikal cenderung untuk menggunakan berbagai bentuk analisis teknikal sebelum melakukan transaksi daripada hanya mengandalkan grafik harga untuk mengestimasi nilai pasar di masa datang.

Sama halnya dengan aspek lain dari trading, dalam penggunaan analisa teknikal harus disiplin. Seringkali seorang trader gagal melakukan transaksi, membeli atau menjual, ketika harga telah mencapai pola teknikal yang diidentifikasi sebagai sinyal masuk atau keluar pasar.

Ada banyak faktor lainnya yang berpengaruh terhadap hal ini seperti teknologi, fundamental dan lain sebagainya.
Kesalahan umum yang sering dibuat oleh para trader adalah mengharapkan harga akan berbalik arah terhadap posisi yang merugi dan terlalu cepat melikuidasi posisi yang sedang mengalami keuntungan. Dibutuhkan kedisiplinan tinggi dalam penggunaan analisa teknikal.

Grafik Harga :
* Bentuk Grafik Batang Terdapat banyak jenis grafik yang menunjukkan pergerakan harga, yang paling umum digunakan adalah grafik batang (bar chart). Tiap batang (bar) menandakan pergerakan harga di satu periode tertentu, satu menit, satu hari, atau satu bulan. Pergerakan harga dalam bentuk batang-batang ini akan membuat pola-pola tertentu pada suatu periode.

* Bentuk Candlestick Seperti grafik batang, pola candlestick dapat digunakan untuk memprediksi pasar. Karena bentuknya memiliki warna, candlestick lebih memiliki efek visual dalam polanya daripada grafik batang.

* Bentuk poin & figur Pola dalam bentuk ini sebenarnya sama dengan pola yang dihasilkan oleh grafik batang namun poin & figur tidak menggunakan skala waktu untuk mengindikasikan hari tertentu yang berhubungan dengan pergerakan harga tertentu.
Indikator Teknikal :
Dibawah ini adalah beberapa tipe indikator yang sering digunakan oleh para trader dalam analisa teknikal.
* Indikator Tren ialah sebuah kata yang menggambarkan adanya pergerakan satu arah yang kuat di untuk beberapa waktu ke depan. Tren bergerak dalam 3 arah: naik, turun, dan menyamping. Indikator tren menghaluskan data harga yang bervariasi untuk menciptakan komposisi arah pasar. (contoh: Moving Average).
* Indikator Kekuatan pasar menggambarkan intensitas dari opini pasar yang berhubungan dengan sebuah harga dengan melihat posisi pasar yang diambil oleh beragam pelaku pasar. Volume atau open interest adalah bahan dasar untuk indikator ini. Sinyal yang diberikan sifatnya coincident atau leading. (contoh: Volume)
* Indikator Volatilitas Indikator volatilitas adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kekuatan pergerakan, atau ukuran, dari fluktuasi harga harian terpisah dari arahnya. Umumnya, perubahan pada volatilitas cenderung mempengaruhi perubahan harga. (contoh: Bollinger Band)
* Indikator Siklus digunakan untuk mengindikasikan adanya pola berulang dari pergerakan pasar, khusus untuk peristiwa berulang seperti musim, pemilihan umum, dan lainnya. Banyak pasar memiliki kecenderungan bergerak dalam pola siklus. Indikator siklus berguna untuk menentukan timing pola pasar tertentu. (contoh: Elliot Wave)
* Indikator Support/Resistance Support resistance menggambarkan level harga dari kenaikan dan penurunan berulang dan kemudian berbalik arah. (contoh: Trend Lines)
* Indikator Momentum ialah istilah umum untuk menggambarkan kecepatan pergerakan harga di periode tertentu. Indikator momentum menentukan kekuatan atau kelemahan dari sebuah tren. Momentum berada tertinggi ketika mulainya sebuah trend dan terendah pada saat perubahan arah. Divergence arah apapun dari harga dan momentum mengindikasikan pergerakan telah melemah. Jika terjadi pergerakan harga ekstrim dengan momentum yang lemah, hal itu merupakan sinyal dari akhir pergerakan di arah tersebut. Jika momentum bergerak tren dengan kuat dan harga bergerak datar, hal itu memberikan sinyal adanya potensi perubahan arah harga. (contoh: RSI, Stochastic, MACD)

Minimalisasi Kerugian via Stop Loss Order



Apakah Anda pernah menggunakan stop loss order dalam trading? Para trader, terutama yang baru memulai trading sering kali enggan memakai perintah ini. Stop loss order lazim diartikan sebagai langkah penghilang kesempatan untuk meraup profit maksimal. Banyak trader pemula cenderung menyalahkan stop loss order ketika gagal meraih profit optimal, benarkah demikian?

Memang benar bahwa stop loss order dapat membatasi optimalisasi profit. Tetapi coba Anda bayangkan bila trading tanpa menggunakan stop loss order. Saat mendapati posisi trading Anda tidak sejalan dengan arah pasar, potensi kerugian akan jauh lebih besar jika Anda tidak menggunakan stop loss order.
 
Trader biasanya baru bertindak ketika jumlah kerugian sudah terlalu besar. Dengan berasumsi bahwa dirinya telah merugi terlalu besar, trader cenderung memutuskan untung tidak melakukan cut pada saat itu. Langkah tersebut sama dengan membiarkan trading mengalir berdasarkan harapan bahwa harga akan berbalik, harga tidak meluncur lebih jauh dan kerugian bisa tertutup. Menyerahkan langkah eksekusi pada pada diri sendiri tanpa disertai stop loss order bisa menyebabkan nilai accountturun drastis
 
Stop loss order dapat membiarkan Anda tetap memegang kendali atas aktifitas trading. Kerugian bisa dihentikan sebelum jumlahnya bertambah besar. Perintah ini juga dapat mengunci keuntungan trading yang sudah di depan mata, atau sering disebut dengan trailing stop. Dengan kata lain, perintah penghentian potensi kerugian akan sangat membantu dalam menjaga nilai modal. Tujuannya adalah agar Anda tetap mempunyai kesempatan untuk membukukan profit di kemudian hari. Tentu dengan rasio yang lebih besar dibandingkan kerugian terdahulu.
 
Tidak hanya itu, stop loss order  berfungsi untuk membebaskan trader dari aktifitas pengamatan grafik atau posisi secara non-stop setiap hari. Cukup dengan memasangstop loss order di awal trading, Anda dapat tetap melakukan aktifitas lain pada jangka waktu tertentu. Kemudahan ini berguna untuk melepaskan pikiran Anda dari potensi stress, sehingga Anda dapat menghasilkan keputusan jernih pada trading selanjutnya.
 
Beberapa cara mengimplementasikan stop loss order adalah sebagai berikut:
 
1. Stop dengan Equity
Anda bisa menempatkan stop loss order  berdasarkan persentase penurunan totalequity. Bagi trader konservatif, persentase bisa sebesar 2% atau maximum 5% dari total equity. Contoh: Anda memiliki total dana $1000 dalam account. Anda tetapkanstop loss order 2% dari $1000. Jadi, apabila dana Anda berkurang jadi $980, trading langsung berhenti saat itu juga.
Meskipun demikian, cara stop loss  ini memiliki kelemahan, yaitu sifatnya tidak fleksibel atau statis. Walaupun berdasarkan analisa Anda, harga dapat kembali lagi sesuai arah posisi semula, stop loss order ini otomatis menghentikannya.
Sementara keuntungan dari stop loss jenis ini adalah untuk memberi kriteria jelas mengenai posisi tepat untuk memasang stop loss order.
 
2. Stop dengan Grafik
Dengan mengacu pada grafik, Anda tidak memasang stop loss order berdasarkan titik harga tertentu dengan besaran nilai stop sama. Penempatan stop lossmempertimbangkan titik harga yang diberikan oleh analisa grafik. Stop loss ini bersifat dinamis, contoh: Anda bisa memasang stop loss order berdasarkan level Fibonacci, level support atau resisten. Terlihat divergence pada indikator MACD, perpotongan garis-garis MA dan sebagainya.
Kelemahan stop loss  ini terletak pada besaran nilai stop loss yang tidak sama atau lebih besar dari keinginan Anda. Di samping terdapat kemungkinan trading tidak langsung terhenti ketika grafik sudah menunjukkan bahwa Anda harus keluar, seperti saat Anda menggunakan stop dengan equity.
Akan tetapi, stop loss dengan grafik tebilang lebih fleksibel dan terpercaya karena menyesuaikan dengan pergerakan harga dan volatilitas pasar.
 
3. Stop dengan Margin
Sebenarnya stop dengan margin ini bukanlah stop loss order. Namun membiarkan seluruh dana yang kita miliki dalam account membatasi kerugian trading Anda. Bila Anda memiliki $1000 di dalam account, maka trading akan terhenti saat $1000 habis atau terkena margin call.
Stop jenis ini mencerminkan ketidakdisiplinan trader yang melakukan trading berdasarkan harapan semata.
 
4. Stop dengan Data/Kejadian Penting
Lazimnya, stop jenis ini dilakukan oleh trader yang sangat mengerti fundamental ekonomi, dapat memahami pengaruh suatu data/kejadian terhadap pergerakan mata uang atau indeks saham ke depannya. Contoh: pengaruh krisis hutang di Eropa akan mendepresiasi nilai Euro terhadap Dollar AS. Trader akan melakukan sell EURUSD dan menentukan stop jika ada konfirmasi, pernyataan atau tindakan dari otoritas terkait bahwa Eropa sudah aman dari krisis tersebut.
Para trader dapat menyesuaikan penggunaan stop loss order dengan kondisi psikologis masing-masing serta sistem trading dan manajemen resiko yang digunakan. Pertimbangkan stop loss order sebagai asuransi proteksi trading Anda. Penerapan dengan disiplin tinggi menjadi kuncinya!

Bertrading di Meta Trader Amankah Trading Melalui Meta Trader?


303b1ff1958a059e419ac8ec745ed2a2_meta-quotes-corpPara trader forex mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah Meta Trader. Apa itu Meta Trader? Ini adalah sejenis software yang dibuat oleh MetaQuotes Corp yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan trading online. Tidak hanya forex, Meta Trader ini juga mendukung kegiatan trading CFD dan perdagangan berjangka. Keunggulan platform ini memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Selain dapat didownload secara cuma-cuma, Meta Trader juga bisa dikustomisasi dan pemakaiannya cukup sederhana. Sudah banyak trader yang menggunakan software ini dalam kegiatan tradingnya.
Namun, pernahkah Anda terpikirkan dengan keamanan dari Meta Trader? Amankah trading melalui Meta Trader? Sangat gawat jika akun Meta Trader bisa di bajak oleh hacker. Bisa-bisa segalanya hancur berantakan karena tiba-tiba saja akun anda di bobol. Mari kita cari tahu bersama mengenai keamanan dalam Meta Trader.
Pada tahun 1998 silam, Meta Trader dibuat bersama dengan sistem keamanan awal. Sistem ini dapat melindungi serangan cracker yang ingin membobol log in user. Sejak pembuatan yang pertama, Meta Trader sudah dapat mengamankan password akun, meskipun Anda membuka akun di komputer umum ataupun Anda lupa password akun Anda.
 
Terjadi pertukaran data antara akun Meta Trader Anda dengan server milik broker ketika melakukan transaksi. Server broker akan menerima satu paket informasi yang isinya adalah user Anda, jumlah transaksi berserta dengan hasil transaksi Anda. Pertukaran data ini rentan disusupi oleh hacker. Syukurlah, ada sistem keamanan dari Meta Trader yang bersifat merahasiakan setiap informasi dalam pertukaran data ini. Terdapat sistem keamanan dengan kunci enskripsi berbasis 128 bit, yang sadar maupun tidak sadar sudah melindungi tiap transaksi Anda saat menggunakan Meta Trader. Sistem ini cukup untuk menjamin kegiatan trading Anda.
Sistem keamanan pada key log in ini mengalami perkembangan. Digunakanlah alogaritma sign in RSA digital yang merupakan algoritma enkripsi asimetris. Dengan sistem keamanan yang sudah di upgrade ini, Meta Trader dapat menjalankan terminal kepada individu dan publik dalam waktu yang bersamaan. Meskipun data-data akun Meta Trader akan didistribusikan ke mana saja, namun akan segera disimpan ke server sesaat setelah Anda mematikan Meta Trader. Anda bisa mengaktifkan akun Anda di beberapa komputer karena adanya fasilitas ini.
 
Jika begini, amankah trading melalui meta trader? Belum tentu. Lagi-lagi peluang akun dibobol oleh hacker muncul karena fasilitas tersebut. Untunglah, pihak Meta Trader segera menambah sistem pengamanan untuk log in individu. Memang benar adanya jika keamanan pada Meta Trader tidak perlu diragukan lagi. Untuk itu, Anda tidak perlu khawatir untuk melakukan trading menggunakan Meta Trader. Semoga bermanfaat.

Terima kasih atas kunjungannya Semoga Bermanfaat