Investasi Forex
– Dalam bertrading di pasar forex, tingkat resiko yang ada bisa saja
berubah-ubah. Hampir tidak ada cara yang pasti untuk memprediksi
pergerakan pasar forex. Satu-satunya cara paling aman adalah dengan
memakai strategi hedging dalam trading forex. Apa itu strategi hedging?
Menurut arti katanya, hedging didefinisikan sebagai cara melindungi
nilai dan posisi trading Anda.
Biasanya trader akan melakukan strategi ini ketika
posisi yang di open baru saja mengalami loss. Agar tidak menjadi besar
dan merugikan, maka diambilah strategi ini. Strategi hedging sering pula
disebut dengan istilah posisi locking (terkunci). Ada sekiranya dua
strategi hedging dalam trading forex yang paling sering digunakan,
diantaranya:
Strategi Hedging dalam Trading Forex yang Sederhana
Melakukan hedging secara sederhana cocok untuk para
pemula. Hal ini juga disebut sebagai direct hedging (hedging secara
langsung). Ketika Anda memiliki posisi buy dan posisi sell di sebuah
pasangan mata uang, maka Anda bisa saja sewaktu-waktu menggunakan
strategi ini. Misalnya, Anda membuka posisi buy pada harga 1.2000 di
pasangan EUR/USD. Namun tiba-tiba saja harganya mulai menunjukan
penurunan. Apa yang harus Anda lakukan?
Dalam analisa Anda tersebut, harga pasangan mata uang
ini diperkirakan akan bergerak turun. Bisa saja Anda menutup posisi buy
dan membuka posisi sell saat itu juga. Pilihan lainnya adalah dengan
membiarka posisi buy dan posisi loss terbuka, jika Anda tidak begitu
yakin akan pergerakan harga. Terkadang Anda kan dibingungkn harus
menutup posisi yang mana terlebih dahulu ketika pergerakan harga mulai
tidak menentu. Menurut ilustrasi sebelumnya, Anda bisa membuka posisi
sell pada harga 1.1800 sesuai dengan strategi hedging dalam trading
forex.
Melakukan Trading di Beberapa Pasangan Mata Uang
Terkadang, beberapa broker tidak mengizinkan strategi
hedging yang pertama. Untuk ini, trader harus pintar-pintar dalam
mensiasatinya. Sebaiknya lakukan trading pada beberapa pasangan mata
uang yang saling memiliki korelasi. Misalnya saja Anda membuka posisi
buy pada pasangan EUR/USD, kemudian tiba-tiba pasangan ini bergerak
turun. Solusinya adalah dengan membuka posisi buy pada pasangan GBP/USD
yang jika ditilik dari data historisnya memiliki korelasi positif
terhadap EUR/USD. Alternatif lainnya adalah mencari pasangan yang
berkolerasi negatif terhadap EUR/USD. Pilih saja USD/CHF yang
berkemungkinan besar memberikan profit.
Sayangnya strategi hedging dalam trading forex yang
satu ini terkadang sama sekali tidak menghasilkan profit. Namun tetap
bisa meminimalisir kerugian dan melindungi posisi trading Anda.
Sebaiknya lakukan strategi hedging ketika Anda tidak yakin dengan tren
selanjutnya dan pasar tengah bergerak tidak menentu, misalnya saja
ketika terjadi divergen atau konvergen. Mencegah jelas lebih baik
daripada memperbaiki. Cegah kerugian, sebelum membesar. Itulah dasar
dari strategi hedging. Semoga bermanfaat.
No comments:
Post a Comment